Rabu, 24 Juni 2026

Dinas Perikanan Donggala Tempatkan Alat Berat untuk Perluasan Tambak, Percepat Pemulihan Pascabanjir dan Dongkrak Produksi Budidaya

satu unit alat berat yang akan ditempatkan dinas perikanan untuk pemulihan tambak pasca banjir.

DONGGALA – Dinas Perikanan (DISKAN) Kabupaten Donggala mengambil langkah strategis dalam mempercepat pemulihan sektor perikanan budidaya pascabanjir yang melanda sejumlah wilayah tambak akibat curah hujan tinggi. Selain menyalurkan bantuan sarana produksi kepada pembudidaya, DISKAN juga akan menempatkan alat berat khusus kawasan rawa dan tambak untuk mendukung perluasan areal budidaya serta rehabilitasi tambak masyarakat.

Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Donggala, Ir. Ali Assegaf, S.Pi., M.H., mengatakan penempatan alat berat dijadwalkan mulai awal Juni 2026 sebagai bagian dari program peningkatan produksi perikanan budidaya sekaligus mendukung pemulihan ekonomi masyarakat pembudidaya yang terdampak banjir.

“Alat berat ini akan membantu masyarakat dalam melakukan rehabilitasi tambak yang rusak serta membuka dan memperluas areal budidaya baru. Dengan dukungan sarana tersebut, kami berharap kapasitas produksi tambak masyarakat dapat meningkat secara signifikan,” ujar Ali Assegaf.

Langkah tersebut merupakan tindak lanjut arahan Bupati Donggala Vera Elena Laruni, SE yang menempatkan sektor perikanan budidaya sebagai salah satu prioritas pembangunan ekonomi daerah, khususnya dalam memperkuat ketahanan ekonomi masyarakat pesisir.

Selain program perluasan tambak, DISKAN Donggala juga telah menyalurkan bantuan 117.720 ekor benih udang vaname dan 2,5 ton pakan udang kepada kelompok pembudidaya tambak di Desa Siboang, Kecamatan Sojol. Bantuan tersebut diberikan kepada kelompok pembudidaya tambak tradisional yang terdampak banjir hingga menyebabkan kerusakan tambak dan terganggunya aktivitas produksi.

Menurut Ali Assegaf, bantuan sarana produksi merupakan bagian dari upaya percepatan pemulihan usaha budidaya yang mengalami kerugian akibat bencana alam.

“Bantuan ini kami arahkan untuk mempercepat siklus produksi tambak sehingga masyarakat dapat kembali berusaha dan memperoleh pendapatan setelah terdampak banjir,” katanya.

Tidak hanya memberikan bantuan fisik, Dinas Perikanan juga menyiapkan program pendampingan bagi kelompok pembudidaya melalui penerapan Cara Budidaya Ikan yang Baik (CBIB). Pendampingan tersebut meliputi perbaikan konstruksi tambak, pengelolaan kualitas air, pengolahan dasar tambak, penggunaan benih berkualitas, hingga manajemen pemberian pakan yang efisien.

Pembudidaya juga akan dibimbing dalam menerapkan manajemen usaha sederhana, seperti pencatatan biaya produksi, hasil panen, jadwal kegiatan usaha, serta penyusunan kalender budidaya berdasarkan kondisi musim.

Ali Assegaf menjelaskan bahwa penguatan kelembagaan kelompok menjadi salah satu fokus utama Dinas Perikanan agar usaha budidaya tambak dapat berkembang secara mandiri dan berkelanjutan.

“Kelompok pembudidaya akan didorong menerapkan pola tebar dan panen bersama dalam satu hamparan. Selain meningkatkan efisiensi usaha, pola ini juga memudahkan pengelolaan produksi dan pemasaran hasil panen,” jelasnya.

Sementara itu, Bupati Donggala Vera Elena Laruni menegaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Donggala berkomitmen mendukung pemulihan dan pengembangan sektor perikanan budidaya sebagai salah satu penggerak ekonomi daerah.

Menurutnya, kolaborasi antara bantuan sarana produksi, pendampingan teknis, dan dukungan alat berat untuk perluasan lahan budidaya merupakan langkah konkret pemerintah dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat pembudidaya.

“Potensi tambak yang dimiliki Kabupaten Donggala sangat besar. Karena itu, pemerintah daerah terus berupaya menghadirkan program yang dapat meningkatkan produktivitas sekaligus memperkuat ekonomi masyarakat pesisir,” ujar Vera.

Pada tahun 2025, produksi perikanan budidaya Kabupaten Donggala tercatat mencapai 23.752 ton. Melalui berbagai program intervensi yang dilakukan sepanjang 2026, termasuk penempatan alat berat untuk pengembangan kawasan tambak, Pemerintah Kabupaten Donggala optimistis produksi budidaya akan terus meningkat dan memberikan kontribusi terhadap target produksi perikanan budidaya nasional sebesar 3 juta ton. (uj)

banner 325x300